BMKG: Suhu Rata-rata Bulanan Indonesia November 2021 Lebih Tinggi dari Periode 1981-2010

oleh:

Faisal Javier

Senin, 27 Desember 2021 15:25 WIB

Berdasarkan hasil pemantauan Badan  Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di 88 stasiun pengamatan BMKG, normal suhu udara rata-rata November 2021 lebih tinggi dibanding periode 1981-2010.  Rata-rata suhu udara di Indonesia pada November 2021 adalah 27,1 derajat Celsius. Sedangkan normal suhu udara bulan November periode 1981-2010 adalah sebesar 26,9 derajat Celsius.

BMKG menetapkan range suhu udara normal berkisar dari 21,3 derajat Celsius hingga 29,7 derajat Celsius. Dari hasil pengamatan itu, maka anomali suhu udara rata-rata pada bulan November 2021 menunjukkan anomali positif sebesar 0,2 derajat Celsius. Anomali suhu udara adalah perubahan suhu udara waktu tertentu dibandingkan dengan rata-rata periode normal, dalam hal ini adalah rentang waktu tahun 1981-2010.

Anomali positif menandakan terjadi peningkatan suhu pada suatu waktu dibanding rata-rata periode normal. Kemudian BMKG menyebut bahwa anomali suhu udara pada November 2021 menjadi anomali tertinggi ke-21 sepanjang periode data pengamatan sejak 1981. 

Pengamatan BMKG sepanjang November 2021 menunjukkan bahwa anomali suhu udara di 88 stasiun di seluruh Indonesia mayoritas bernilai positif. Anomali tertinggi didapat dari pengamatan di Stasiun Meteorologi Sentani, Jayapura, yakni sebesar 1,0 derajat Celsius. Sedangkan anomali terendah tercatat di Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin, Bima sebesar -1,4  derajat Celsius.

Lalu BMKG juga mencatat terjadi penurunan suhu November 2021 dibanding Oktober 2021. Dibanding Oktober 2021, suhu udara rata-rata November 2021 menurun sebesar 0,5 derajat Celsius.

Penurunan itu juga tampak dari hasil pengamatan di 88 stasiun yang dominan menunjukkan penurunan suhu. Peningkatan suhu tertinggi terjadi di Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno, Bengkulu sebesar 0,5 derajat Celsius. Sedangkan Stasiun Meteorologi Perak I, Surabaya mencatat penurunan suhu terbesar, yakni -1,9 derajat Celsius.

Data BMKG menunjukkan bahwa selama periode 2010-2020, terjadi tahun-tahun terpanas di Indonesia sepanjang sejarah. Tahun 2016 adalah tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0,8 derajat Celsius sepanjang periode pengamatan 1981 hingga 2020. Disusul tahun 2020 dengan nilai anomali sebesar 0,7 derajat Celsius.