Akumulasi Kasus Covid-19 Desember 2021 Terendah Sejak Maret 2020

Senin, 10 Januari 2022 18:04 WIB

Penanganan pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Indonesia masih dalam tren positif beberapa bulan terakhir sejak terakhir kali mencapai puncak kasus pada Juli-Agustus 2021. Total kasus bulanan Desember 2021 yang masih dalam tren menurun menjadi indikator tren positif itu. 

Akumulasi angka kasus Covid-19 selama Desember 2021 mencapai 6.311 kasus. Dibanding November 2021, maka angka itu menurun 48 persen. Sebagai informasi, jumlah kasus bulanan pada November 2021 mencapai 12.051 kasus.

Jumlah kasus selama Desember 2021 pun jadi yang terendah sejak Maret 2020—1.528 kasus. Setelah pandemi berjalan hampir dua tahun, jumlah kasus Covid-19 dalam sebulan kembali berada di bawah 10 ribu kasus per bulan.

 

Untuk rata-rata kasus harian pada Desember 2021 adalah sebesar 210,4 kasus per hari. Angka kasus Covid-19 harian tertinggi pada Desember 2021 terjadi pada 2 Desember, yakni 311 kasus. Sementara angka kasus harian terendah tercatat pada 26 November, yakni sebanyak 92 kasus. Indonesia terakhir kali mencatatkan kasus harian Covid-19 di bawah 100 kasus pada Maret 2020, bulan pertama pandemi Covid-19.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, maka total kasus Covid-19 selama Desember 2021 menurun 97 persen. Pada Desember 2020, jumlah kasus Covid-19 dalam sebulan mencapai 204.315 kasus. Jumlah kasus Covid-19 saat itu memang sedang dalam tren meningkat hingga mencapai puncak gelombang pertama pada Januari 2021.

Tingkat positif atau positivity rate yang rendah juga membuktikan bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia masih terkendali. Angka tingkat positif didapat dari pembagian jumlah orang yang positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan. 

Sebagai perbandingan, pada 1 Desember 2020 jumlah kasus Covid-19 harian adalah 5.092 kasus dari jumlah orang dites sebanyak 37.692 orang. Sehingga angka tingkat positif di hari itu adalah 13,51 persen. 

Setahun berikutnya, jumlah kasus harian adalah 278 kasus dari jumlah orang dites sebesar 199.375 jiwa, dengan angka positivity rate sebesar 0,14 persen. Batas ambang maksimal positivity rate yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah 5 persen.