Indeks Kebahagiaan BPS: Skor Nasional Meningkat, Maluku Utara Provinsi Terbahagia

oleh:

Faisal Javier

Selasa, 11 Januari 2022 19:00 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis riset indeks kebahagiaan 2021 pada 27 Desember lalu. Temuan BPS menunjukkan bahwa skor indeks kebahagiaan Indonesia meningkat 0,8 poin, dari 70,69 di 2017 menjadi 71,49 di 2021.

Sedangkan gelar provinsi terbahagia di 2021 diraih Maluku Utara. Provinsi itu mencatatkan skor indeks kebahagiaan 76,34, tertinggi dibanding 33 provinsi lain. Maluku Utara juga mencatatkan kenaikan skor sebesar 0,66 poin dari capaian di tahun 2017.

Kalimantan Utara menempati posisi kedua provinsi terbahagia di 2021. Provinsi itu mencatatkan skor indeks kebahagiaan sebesar 76,33, meningkat 3 poin dibanding nilai pada tahun 2017. Kemudian setelah Kalimantan Utara, ada Maluku (76,28), Jambi (75,17), dan Sulawesi Utara (74,96).

 

Sedangkan provinsi dengan skor indeks kebahagiaan 2021 terkecil adalah Banten, yakni 68,08 poin. Banten juga mengalami penurunan skor indeks kebahagiaan terbesar, yakni hingga 1,75 poin. Sehingga Banten pun menggantikan posisi Papua, yang sebelumnya menempati posisi buncit pada Indeks Kebahagiaan 2017. Selain Banten, provinsi lain seperti Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Bali, dan Sumatera Barat juga mengalami penurunan skor indeks kebahagiaan di 2021.

 

Sebelum 2021, BPS telah melangsungkan penelitian indeks kebahagiaan sebanyak 2 kali, yakni 2014 dan 2017. Indeks Kebahagiaan ditujukan sebagai ukuran pembangunan yang bersifat subjektif untuk melihat persepsi masyarakat tentang apa yang dirasakan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan skala nilai 0-100, maka semakin tinggi skor suatu daerah, semakin bahagia pula daerah itu.

Penilaian BPS menambahkan dua indikator baru dalam Indeks Kebahagiaan 2021, yakni Dimensi Perasaan dan Dimensi Makna Hidup. Setiap dimensi penyusun memiliki besaran kontribusi yang berbeda. 

Dimensi Kepuasan Hidup menjadi indikator penyumbang skor terbesar, yakni 34,80 persen. Kemudian kontribusi Dimensi Makna Hidup 34,02 persen, dan Dimensi Perasaan berkontribusi sebesar 31,18 persen. 

Besaran kontribusi yang beragam terjadi karena penduduk memberikan penilaian dengan derajat yang beragam terhadap setiap indikator. Besaran kontribusi suatu indikator menggambarkan derajat pentingnya indikator tersebut terhadap Indeks Kebahagiaan penduduk. Semakin besar kontribusi suatu indikator, maka semakin penting pula indikator tersebut bagi kebahagiaan penduduk.