Penurunan Jumlah Pelanggan dan Laba Bersih Netflix

Rabu, 4 Mei 2022 21:59 WIB

Berdasarkan laporan yang dirilis Netflix Investor Relations, perusahaan penyedia layanan streaming media digital Netflix melaporkan kehilangan jumlah pelanggan di seluruh dunia pada triwulan pertama 2022 sebanyak 200 ribu pelanggan.

Ini merupakan anomali sejak Netflix pertama kali meluaskan layanannya ke seluruh dunia pada 2012. Perusahaan ini selalu mengalami pertumbuhan jumlah pelanggan baik secara kuartal maupun tahunan.

Penurunan ini pun diprediksi tidak akan berhenti. Perusahaan memperkirakan jumlah pelanggan akan berkurang sebanyak 2 juta pelanggan pada kuartal kedua tahun ini.

 

Selain itu, Netflix juga mencatatkan penurunan laba bersih. Meski secara finansial masih sehat, dengan keuntungan US$ 7,9 miliar dan laba bersih US$ 1,6 miliar, tetapi profit Netflix banyak tergerus oleh biaya operasional yang membengkak dan beban keuangan lainnya. Secara tahunan, laba Netflix menurun 6,4 persen, sedangkan secara kuartal naik 162,98 persen.

Berita buruk itu berdampak pada harga saham perusahaan di bursa saham. Para investor melepas saham Netflix menyusul informasi di atas, sehingga harganya anjlok 35,1 persen ke level US$ 226,19.

Mengatasi permasalahan itu, Netflix pun berencana menindak pengguna yang berbagi akun. Perusahaan memperkirakan ada 100 juta rumah tangga yang melakukan praktik ini di seluruh dunia, sehingga mereka kehilangan jumlah pelanggan berbayarnya.

Selain itu, perusahaan ini juga berencana membuat skema iklan dalam layanan streaming mereka untuk meningkatkan keuntungan. Dengan adanya fitur iklan, Netflix juga dapat menawarkan opsi keanggotaan yang lebih murah bagi pelanggannya.