Inflasi Bulanan September 2022 Tertinggi Sejak Desember 2014, Dipicu Kenaikan Harga BBM

Rabu, 5 Oktober 2022 15:14 WIB

Berdasarkan hasil pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di 90 kota, tren inflasi bulanan kembali terjadi di September 2022. BPS mencatat bahwa angka inflasi bulan lalu menembus 1,17 persen.

“Tertinggi sejak Desember 2014," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono, Senin, 3 Oktober 2022 di Jakarta. Padahal, tren inflasi bulanan sempat berhenti pada Agustus lalu setelah mengalami deflasi sebesar 0,21 persen.

Kemudian, inflasi tahunan pada bulan lalu menembus 5,95 persen. Angka itu memecahkan rekor inflasi tahunan Juli 2022 sebesar 4,94 persen.

Inflasi bulan lalu tidak terlepas dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan pemerintah pada 3 September 2022. Komponen energi yang masuk dalam kategori komponen harga diatur pemerintah ini memberi andil sebesar 2,35 persen. 

Kenaikan harga BBM tersebut pun turut berpengaruh pada inflasi komponen transportasi. Komponen pengeluaran ini menyumbang 1,08 persen, tertinggi dibanding komponen-komponen pengeluaran lainnya. Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi 0,3 persen. Kelompok pengeluaran ini sempat memberi andil inflasi tertinggi pada bulan-bulan sebelumnya.

Berkaca pada akhir 2014, saat itu kenaikan tingkat inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM pada pertengahan November 2014. Saat itu, inflasi tahunan Desember 2014 menembus angka 8,36 persen. BPS menyebut bahwa kenaikan inflasi tahunan terjadi sebulan setelah kenaikan BBM, dan akan meningkat lebih tinggi pada bulan berikutnya.

Meski demikian, angka inflasi bulan lalu masih di bawah perkiraan para analis. Mereka memprediksi inflasi bulanan September lalu sebesar 1,2 persen, dan tahunan sebesar 5,98 persen.