Kerugian Akibat Kejahatan Siber Diperkirakan Capai Ratusan Ribu Triliun Rupiah

Senin, 19 Desember 2022 14:13 WIB

Penelitian Statista Technology Market Outlook memperkirakan bahwa kejahatan siber di seluruh dunia pada 2022 menghasilkan kerugian sebesar US$ 8,44 triliun. Nilai itu sekitar sepertiga produk domestik bruto Amerika Serikat pada 2022 sebesar US$ 23 triliun. Dengan asumsi nilai tukar Rupiah dengan dolar AS sebesar Rp 15.600, maka angka itu setara dengan hampir Rp 132 ribu triliun.

Kerugian akibat kejahatan siber mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Untuk diketahui, enam tahun lalu kejahatan siber menghasilkan nilai kerugian sekitar US$ 610 miliar atau Rp 9.000 triliun. Namun di tahun 2022, nilainya telah naik hampir 15 kali lipatnya.

Dengan mengumpulkan data kejahatan siber dari FBI, IMF, dan lembaga keamanan siber di berbagai negara, Statista memproyeksikan bahwa kerugian akibat kejahatan siber akan terus mengalami kenaikan setiap tahunnya hingga 2027. Pada 2027, Statista mengestimasikan bahwa nilai kerugian akibat kejahatan siber di seluruh dunia akan mendekati angka US$ 23,84 triliun atau