Para Pencari Suaka dari Berbagai Negara dan Negara Tujuannya

oleh:

Firdhy Esterina Christy

Rabu, 24 Juli 2019 15:02 WIB
Loading...

Loading...

Para pencari suaka yang membanjiri Jakarta berasal dari sejumlah negara yang dilanda konflik. Mereka menjadikan Indonesia sebagai tempat transit. Mereka umumnya berharap bisa dikirim ke sejumlah negara maju, seperti Australia.

Pencari suaka terbanyak berasal dari negara Afganistan sebanyak 971 orang. Kemudian pengungsi Somalia sebanyak 130 orang, pengungsi dari Sudan sebanyak 70 orang, pengungsi dari Pakistan 45 orang, pengungsi dari Etiopia 30 orang, pengungsi dari Irak 9 orang, pengungsi dari Iran 7 orang, pengungsi dari Palestina 2 orang, pengungsi dari Cina dan Italia masing-masing 1 orang.

Para pencari suaka terus berdatangan ke bekas Kantor Kodim, Kalideres, Jakarta barat sejak tanggal 18 Juli 2019, hingga mencapai 1.400 orang. Semula, pemerintah DKI menyatakan hanya akan memberikan bantuan sementara selama satu pekan sejak 11 Juli 2019. 

Perwakilan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Indonesia, Thomas Varga, mengatakan kepada Tempo bahwa lembaganya memprioritaskan pencari suaka yang kondisinya rentan dan paling membutuhkan untuk dibantu lebih dulu. 

Sebagian dari pengungsi yang berada di Indonesia saat ini berencana untuk meminta perlindungan kepada negara maju seperti Australia dan Selandia Baru. Akan tetapi, karena terhambat aturan-aturan Visa, beberapa pengungsi harus transit terlebih dahulu ke Indonesia. Banyaknya jumlah pengungsi yang Ingin masuk ke Australia dan Selandia Baru, membuat mereka membatasi setiap pengungsi yang akan masuk ke negaranya.