12 Pembangkit Listrik Sampah Kota

oleh:

Firdhy Esterina Christy

Kamis, 1 Agustus 2019 16:25 WIB
Loading...

Loading...

Sampah menjadi isu serius yang harus segera ditangani. Tidak hanya karena merusak lingkungan, sampah juga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dan merugikan lingkungan. Solusi yang ditawarkan untuk dapat mengurangi sampah dengan mengolah sampah menjadi pembangkit listrik tenaga sampah.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM), ada 12 kota yang dianggap mampu menjadi sumber pembangkit listrik tenaga sampah. Pada tahun 2019 ESDM menetapkan 2 kota yang akan menjadi pembangkit listrik tenaga sampah. Bekasi menjadi kota pertama yang dianggap mampu menghasilkan listrik hingga 3,5 MW. Surabaya menjadi kota ke dua yang dapat menghasilkan listrik hingga 11 MW dari tenaga sampah. Pada 2021, Surakarta menjadi kota yang mampu menghasilkan 10 MW. Denpasar juga dianggap mampu untuk menghasilkan listrik hingga 20 MW. dan Palembang juga menjadi salah satu kota yang dapat menghasilkan listrik hingga 20 MW.

Pada tahun 2022 menjadi tahun dengan penambahan kota yang mampu untuk menjadi pembangkit listrik tenaga sampah. DKI Jakarta dianggap masuk kriteria kota untuk bisa membuat pembangkit listrik tenaga sampah dengan 35 MW. Bandung juga masuk ke dalam daftar kota yang mampu untuk jadi pembangkit listrik tenaga sampah yang perkirakan dapat menghasilkan hingga 29 MW. Tangerang, Semarang, Makasar, Tangerang Selatan, dan Manado juga menjadi kota yang dipilih ESDM untuk menjadi kota yang dapat menghasilkan 20 MW. Total potensi kapasitas 234 MW dari 12 kota.

25 maret 2019, meluncurkan Pilot Project Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah Putih di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pembangkit listrik ini nantinya akan mengelola sampah sebanyak 100 ton per hari dan akan menghasilkan bonus listrik sebanyak 700 kilowatt per jam