Setujuhkah Kamu, Jika Agama Digunakan Dalam Politik

oleh:

Firdhy Esterina Christy

Sabtu, 14 September 2019 15:04 WIB

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merilis survei pada 28 Agustus 2019, tentang isu agama yang digunakan dalam politik. Kesimpulan dari survei tersebut menunjukkan bahwa 54,2 persen dari responden tidak setuju bahwa agama digunakan dalam politik. Sementara 32,9 persen responden setuju bahwa agama digunakan dalam politik, serta 12,9 persen responden tidak menjawab.

Sebelumnya, pada 2018 LIPI pernah melakukan survei serupa dengan 1.800 responden dari sembilan daerah di Indonesia. Intoleransi politik di Indonesia masih sangat tinggi. Menurut peneliti LIPI, Amin Mudzakir, sebanyak 57,58 persen responden menyatakan hanya akan memilih pemimpin yang seagama.

Amin beranggapan bahwa para responden tersebut tak hanya menolak orang yang berbeda
pandangan politik, namun mereka juga mencegah pemilih lain yang berbeda pendapat. Selain itu faktor pemicu lainnya adalah tingginya fanatisme keagamaan. Berdasarkan hasil survei, 95,6 persen responden merespon setuju dengan Pancasila, namun ada 49 persen yang juga setuju dengan peraturan syariah.