Kemudahan Bekerja untuk Tenaga Ahli Asing di Amerika Serikat

oleh:

Firdhy Esterina Christy

Senin, 14 Oktober 2019 14:46 WIB

Masyarakat Amerika Serikat (AS) mendukung adanya tenaga kerja ahli dan bekerja di AS. Hal ini dibuktikan melalui riset yang dilakukan oleh Pew Research Center pada 2018. Delapan dari sepuluh orang di AS (78%) mendukung tenaga ahli dari negara lain untuk bekerja di AS.

Selain itu, masyarakat di negara Swedia (88%), Inggris (85%), Kanada (84%), Jerman (81%), dan Australia (79%) juga mendukung adanya tenaga ahli asing untuk bekerja di negaranya. Sedangkan masyarakat yang menolak tenaga ahli asing untuk bekerja di negara mereka adalah Israel (51%), Italia (50%), dan Yunani (42%).

Presiden Jokowi menuturkan bahwa negara yang maju dimulai dari keterbukaan dan toleransi, Ia mencontohkan Uni Emirat Arab (UEA). UEA bisa menjadi negara maju karena mau membuka pintu bagi pihak asing dengan mengundang para profesional dari seluruh dunia dan ditempatkan menjadi tenaga ahli atau pimpinan perusahaan sambil transfer pengetahuan ke penduduk mereka.