Udara Wuhan Lebih Bersih Sejak Wabah nCov-2019

oleh:

Firdhy Esterina Christy

Rabu, 4 Maret 2020 15:14 WIB
Loading...

Loading...

Wabah virus novel corona (nCov-2019) yang terjadi sejak 31 Desember 2019 di Cina memberikan dampak yang tak diduga. Kebijakan yang dilakukan pemerintah Cina untuk mengkarantina Cina dari berbagai akses mulai dari perjalanan keluar masuk ke Cina hingga perdagangan impor dan ekspor yang dilakukan Cina memberikan dampak positif bagi lingkungan. Sejak 1 Januari 2020, Udara di Wuhan, Cina dan sekitarnya menjadi lebih bersih.

Satelit yang dioperasikan NASA dan Badan Antariksa Eropa telah mendeteksi bahwa udara di Wuhan, Cina sejak 1 Januari hingga 25 Februari 2020 jauh lebih bersih sejak wabah virus nCov-2019 terjadi. Udara yang bersih disebabkan oleh aktivitas produksi dari berbagai pabrik terhenti, sementara penggunaan bahan bakar fosil ikut berkurang sehingga udara menjadi jauh lebih bersih.

Pada 1 Januari 2020, kualitas udara kota Bejing diperkiraan mencapai 250 mean tropospheric NO2 density (µmol/m2) (ukuran udara), kota Shanghai diperkirakan mencapai 350 mean tropospheric NO2 density (µmol/m2), serta di kota Wuhan diperkirakan mencapai, 200 mean tropospheric NO2 density (µmol/m2). Sementara pada tanggal 25 Februari 2020, kulitas udara di kota Wuhan dan sekitarnya dibawah dari 125 mean tropospheric NO2 density (µmol/m2).