Jutaan Siswa Tidak Bersekolah Karena nCov-2019

oleh:

Firdhy Esterina Christy

Jumat, 6 Maret 2020 15:57 WIB
Loading...

Loading...

Menurut data yang dicatat oleh UNESCO 2020, di berbagai penjuru dunia, banyak siswa yang tidak bisa bersekolah dan pergi kuliah karena takut tertular virus nCov-2019. Cina menjadi negara yang paling banyak meliburkan siswanya karena virus nCov-2019, mencapai 223,17 juta siswa. Hal tersebut berkaitan dengan jumlah korban yang terjangkit di Cina mencapai 80.552 kasus (per 6 Maret 2020, 12.55 WIB).

Jepang menjadi negara kedua yang meliburkan kegiatan belajar mengajar dari bagian antisipasi penyebaran virus nCov-2019, dengan jumlah mencapai 16,50 juta siswa yang diliburkan. Jumlah penderita nCov-2019, di Jepang mencapai 360 kasus (per 6 Maret 2020, 12.55 WIB). Iran juga meliburkan kegiatan belajar mengajar terbanyak setelah Jepang mencapai 14,56 juta siswa yang diliburkan.

Korea Selatan menjadi negara dengan penderita nCov-2019 mencapai 6,284 (per 6 Maret 2020, 12.55 WIB) kasus, terbanyak kedua setelah Cina. Namun virus ini tampaknya tidak menghentikan kegiatan belajar mengajar di Korea Selatan. UNESCO tidak menerima laporan seberapa banyak siswa yang harus diliburkan karena virus ini.