Da'i Bachtiar
NAMANYA jadi perbincangan ketika Presiden Megawati mengajukan calon tunggal untuk jabatan Kapolri, menggantikan Surojo Bimantoro. Calon tunggal itu adalah Da’i Bachtiar, jenderal berbintang tiga lulusan Akabri 1972. Fraksi Kebangkitan Bangsa getol menolaknya. Partai Bulan Bintang mengkritik kinerjanya. Tapi, sebagian besar fraksi menerima. Akhirnya, pada Rapat Paripurna DPR ke-20, Kamis, 29 November 2001, DPR secara aklamasi menyetujui usulan Presiden Megawati Soekarnoputri untuk mengangkat Komjen Pol Da’i Bachtiar menjadi Kapolri. Pelantikan dilakukan pada sore harinya.
Pria kelahiran Indramayu, 25 Januari 1950 ini, selepas Akabri, memulai karir sebagai inspektur dinas Polres Grobogan Polda Jateng. Dari rentang waktu karirnya, paling lama Da’i bertugas di Jawa Tengah, selama lima belas tahun. Jabatan terakhir sebelum Kapolri adalah Ketua Badan Koordinasi Nasional Narkotika.
Anak-anaknya mengikuti jejak sebagai polisi. Ade Pipit, anak sulungnya, memilih menjadi polisi. Tiga anak perempuannya, semuanya, menikah dengan polisi.
Ada lembaran buram…
