BAMBANG HIDAYAT


Bambang Hidayat dan Teropong Bintang Bosscha hampir tidak terpisahkan. ''Saya mencintai pekerjaan saya. Karena bisa menikmati kesibukan setiap hati, saya tidak pernah merasa kesepian,'' ujar satu-satunya profesor astronomi Indonesia itu. Padahal letak Observatorium Bosscha di Lembang terpencil 1.300 meter dari permukaan laut, atau 700 meter di atas Bandung.

Di sanalah ia bersama istrinya, Dr. Estiti Harti Soedjono, Lektor Kepala Departemen Biologi ITB, dan dua anaknya, menetap sambil terus meneliti lewat teropong bintang satu-satunya di Asia itu. ''Supaya ilmu itu tetap berkembang, orang tidak boleh hanya mengajar. Tetapi juga harus melakukan studi dan penelitian,'' kata Bambang, guru besar Departemen Astronomi ITB, yang menghabiskan 200 malam dalam setahun untuk meneropong bintang.

Cepuk, begitu anak pensiunan Bupati Demak ini biasa dipanggil di masa kecilnya, mengaku sudah mengagumi keindahan bintang- bintang sejak masa kanaknya. Malah, konon, sempat mempertanyakan mengapa bintang-bintang berkelap-kelip, dan bagaimana terjadinya meteor dan…