ABDUL DJALIL PIROUS


Ketika berumur 9 tahun, ia sudah bisa mengagumi sulaman benang emas ibunya, Hamidah. ''Sejak itu, saya sering mencoret- coret,'' tutur Pirous, mengenang. Anak kelima dari enam bersaudara ini mengaku dididik ibunya untuk bekerja keras. Kalau ibunya menyalin cerita rakyat Aceh dalam huruf Arab ''gundul'', ia pun membantu.
Tamat SD di Meulaboh, Aceh, Pirous memasuki SMP di Medan. Ia sempat ikut Tentara Pelajar (TP) dengan pangkat kopral, tetapi tidak lama. Selesai SMA di Medan, ia kuliah di Jurusan Seni Rupa ITB, dan lulus pada 1964. Lantas ia mengajar di alma maternya itu, sejak 1965.
Empat tahun kemudian, ia memperdalam Graphic Art Design Printmaking pada School of Art and Design, Institut Teknologi Rochester, AS. Pulang ke Indonesia, 1970, dan kembali mengajar di ITB, Pirous membentuk jurusan baru: desain grafis. Sejak November 1984, ia diangkat sebagai Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.Pirous, yang pernah bergabung dengan But Muchtar…