Kompilasi Data & Informasi Faktual Terkini

Kapal Phinisi, Perahu Kayu Legendaris Asal Sulawesi

Kapal Phinisi, Perahu Kayu Legendaris Asal Sulawesi

Kapal Phininsi Nusantara Dari Sulawesi Sampai Labuan Bajo

Kawasan Tana Beru merupakan salah satu obyek wisata yang wajib dikunjungi di Bira, Sulawesi Di sana proses pembuatan kapal pinisi bisa dilihat langsung. Kapal seharga lebih Rp 3 miliar tersebut dikerjakan oleh punggawa-punggawa dari Kampung Ara, Bulukumba.

Kepiawaian mereka dalam membuat kapal berkonstruksi kayu dengan menggunakan peralatan tradisional serta mesin sederhana mengundang decak kagum. Kapal yang dihasilkan para punggawa ini tak hanya indah, tapi juga kokoh dan tangguh saat mengarungi keganasan ombak di lautan luas. Tak aneh jika pesanan kapal datang dari berbagai penjuru dunia, seperti Australia, Singapura, Malaysia, Jerman, Italia, Prancis, dan Belanda. Sebagian besar pesanan dari luar negeri adalah jenis pinisi untuk kapal pesiar. Ada juga yang memesan pinisi untuk hotel terapung dan tempat tinggal.

Menurut riwayat, keahlian orang Ara dalam membuat perahu berawal ketika perahu yang ditumpangi Sawerigading pecah berkeping-keping di ujung Selat Bira. Saat itu, Sawerigading dalam perjalanan dari Luwu menuju Cina, tempat mertuanya berkuasa. Pecahan perahu itulah yang dipungut orang Ara, yang kemudian menjadi sumber inspirasi dalam membuat perahu.


Salah satu ciri khas phinis ini dibuat mulai dari dinding-dindingnya kemudian baru tulang-tulang penguat. Ini konsepsi yang tidak lazim, karena baik perahu maupun kapal biasanya memulai pembuatannya dari kerangka.

Karena proses inilah dinding pinisi senantiasa tebal. Pada Phinisi Nusantara ketebalan ini diefisienkan dari 150 milimeter menjadi 81 milimeter.

Kelebihan desain phinisi lainnya, seperti ditulis Majalah Tempo edisi 1986 terletak pada lunas perahu di tambah sebuah lagi di bagian dalam. Selain menguatkan konstruksi, lunas ini membuat bentuk pinisi menjadi lebih stream line, bentuk yang diperlukan untuk memecah ombak.

Kapal kayu tradisional legendaris ini secara teknologi dan desain pernah diuji berlayar dari Jakarta sampai Vancouver Kanada. Phinisi masih banyak terlihat di pelabuhan Sunda Kelapa yang melayani ekspedisi antar pulau. Wisatawan di Labuan Bajo pun dipikat oleh paket berlayar dengan phinisi. Begini rekaman dari Tempo tentang kapal phinisi.
(Sumber Diolah Majalah Tempo dan Koran Tempo)

Majalah Teks

P
PHINISI DAN BULUKUMBA
1991-10-05

Bagi penduduk desa tanah lemo, ara dan bira di kab. bulukumba, ujungpandang, mendirikan phinisi merupakan…

N
NAPAK TILAS MAKASAR-MADAGASKAR
1991-09-21

Perahu phinisi ammana gappa melakukan ekspedisi kecil dari makasar ke madagaskar, lewat samudera indonesia. diperkirakan…

P
PHINISI NUSANTARA, PULANG !
1987-01-17

Kapal phinisi nusantara diperintahkan kembali ke indonesia karena ada ketidakcocokan dengan calon pemilik barunya yaitu…

D
DIJUAL PHINISI
1986-09-20

Kapal phinisi nusantara setelah berlayar 59 hari tiba di ekspo 86 vancouver, kanada. kapal tersebut…

M
MENYEBERANG LAUT DENGAN LAYAR
1986-07-05

Perahu tradisional pinisi "phinisi nusantara" akan dipamerkan di expo'86 di kanada. perahu tersebut. akan be…

T
TURIS PINISI
1985-10-19

Turis barat mulai tertarik dengan pinisi (kapal tradisional bugis) dengan perlengkapan & makanan yang tradisi…

M
MEREKA, DI SELA BADAI
1980-07-26

Pengalaman suka duka nakoda dan meskipun tak pernah lepas dari marabahaya mereka tetap setia di…