Perusahaan Pengapalan Terbesar di Dunia dan Kerugian Akibat Penyumbatan di Terusan Suez

oleh:

Fitra Moerat Ramadhan

Selasa, 30 Maret 2021 12:30 WIB
Loading...

Loading...

Akhirnya, sebuah kapal dengan bobot 200.000 ton yang kandas di Terusan Suez berhasil diapungkan sebagian oleh sejumlah kapal tunda kapal keruk dan ekskavator. Kapal kontainer dengan nama lambung Ever Given itu telah memblokir lalu lintas pengapalan selama hampir seminggu. Sebanyak 360 kapal terhambat dan kerugian ditaksir mencapai US$ 9,6 miliar akibat insiden ini.

Sejumlah kapal memutuskan untuk menambil jalur melalui Tanjung Harapan di ujung Selatan alih-alih menunggu pembukaan kembali Terusan Suez. Keputusan itu dilakukan untuk memangkas pembengkakan potensi kerugian walaupun terpaksa menempuh jarak 8.800 kilometer lebih jauh atau sekitar 10 hari lebih lama serta membutuhan bahan bakal lebih banyak. Tindakan yang tak menguntungkan itu diambil sejumlah armada peti kemas demi memenuhi kebutuhan perdagangan.

Siapakah perusahan pelayaran yang sebenarnya menguasai jalur perdagangan yang sampai saat ini masih jadi rebutan? Berapakah kapal yang mereka miliki?

Alphaliner menunjukkan bahwa APM Maersk Denmark memiliki armada kapal peti kemas terbesar serta kapasitas peti kemas tertinggi dari semua perusahaan pelayaran. Armada APM memiliki 713 kapal yang beroperasi pada akhir Maret 2021 dengan TEU kolektif 4,1 juta—TEU adalah singkatan dari unit setara dua puluh kaki atau kontainer pengiriman standar sepanjang 6,1 meter. Perusahaan kargo internasional Swiss MSC memiliki kapasitas TEU tertinggi kedua dengan sekitar 3,9 juta sementara COSCO dan CMA-CGM mengikuti masing-masing dengan sekitar tiga juta. Pemilik Ever Given yang malang, yaitu Jalur Evergreen, memiliki 197 kapal dalam pembukuannya dengan kapasitas 1,3 juta TEU.