Jumlah Kasus Covid-19 pada November 2021 Turun 59 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya

oleh:

Faisal Javier

Rabu, 1 Desember 2021 18:29 WIB

Memasuki bulan ke-21 sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi, penanganan Covid-19 di Indonesia sejauh ini masih dalam tren positif. Salah satu indikatornya adalah jumlah kasus bulanan pada November 2021 yang masih dalam tren menurun. Akumulasi angka kasus Covid-19 selama November 2021 mencapai 12.051 kasus. Catatan itu menurun 59 persen dibanding jumlah pada Oktober 2021 yang mencapai 29.254 kasus. 

Jumlah kasus selama November 2021 pun jadi yang terendah sejak April 2020—8.590 kasus. Selama sekitar 1,5 tahun pandemi berjalan, untuk pertama kalinya akumulasi kasus Covid-19 dalam sebulan berada di bawah 20 ribu kasus per bulan.

Kemudian rata-rata angka kasus harian pada November 2021 adalah sebesar 401,7 kasus per hari. Angka kasus Covid-19 harian tertinggi pada November 2021 terjadi pada 3 November, yakni 801 kasus. Sementara angka kasus harian terendah tercatat pada 29 November, yakni sebanyak 176 kasus. Terakhir kali Indonesia mencatatkan kasus harian Covid-19 di bawah 200 kasus adalah pada bulan April 2020.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, maka total kasus Covid-19 selama November 2021 menurun sebesar 91 persen. Pada November 2020, jumlah kasus Covid-19 dalam sebulan mencapai 128.795 kasus. Saat itu, jumlah kasus bulanan Covid-19 memang dalam tren meningkat hingga mencapai puncak gelombang pertama pada Januari 2021.

Indikator lain yang menunjukkan wabah Covid-19 di Indonesia semakin terkendali adalah tingkat positif yang rendah. Angka tingkat positif didapat dari pembagian jumlah orang yang positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan. 

Sebagai perbandingan, pada 28 November 2020 jumlah kasus Covid-19 harian adalah 5.418 kasus dari jumlah orang dites sebanyak 37.299 jiwa. Sehingga angka tingkat positif di hari itu adalah 14,53 persen. Setahun kemudian, jumlah kasus harian adalah 264 kasus dari jumlah orang dites sebesar 155.396, sehingga tingkat positifnya adalah 0,17 persen. WHO mensyaratkan batas ambang maksimal tingkat positif adalah 5 persen.