INRIX: Surabaya Kota Termacet di Indonesia pada 2021

oleh:

Faisal Javier

Kamis, 13 Januari 2022 20:37 WIB

Perusahaan analisis transportasi INRIX dalam laporan Lalu Lintas Global 2021 menobatkan Surabaya sebagai kota termacet di Indonesia pada 2021, menggeser Jakarta. Di tingkat global, Surabaya menempati peringkat (impact rank) ke-41, sedangkan ibu kota Indonesia berada di peringkat 222.

Namun dalam laporan ini, INRIX hanya memasukkan lima kota di Indonesia. Kelima kota itu yakni Surabaya, Jakarta, Denpasar, Malang, dan Bogor.

 

Berdasarkan estimasi INRIX, kemacetan di Surabaya menyebabkan 62 jam waktu pengguna jalan terbuang sia-sia dalam setahun. Dengan asumsi dalam setahun terdiri dari 365 hari, maka dalam sehari kemacetan Surabaya menyebabkan pengguna jalan kehilangan waktu 10 menit  secara percuma. 

INRIX juga mencatat, jumlah waktu terbuang akibat kemacetan di Surabaya pada 2021 meningkat 72 persen. Hal itu menjadi anomali dibanding empat kota lainnya di Indonesia yang masuk dalam laporan ini, yang semuanya mencatatkan penurunan.

 

Untuk mencapai 1 mil atau 1,6 kilometer di tengah kota, pengguna jalan di Surabaya pun membutuhkan kecepatan lebih tinggi dibanding pengguna jalan di kota lain. Kecepatan berkendara di Surabaya saat jam kemacetan ataupun jam lengang pun lebih rendah dibanding empat kota lainnya. 

Dalam riset ini, INRIX menggunakan data anonim Global Positioning System (GPS) untuk mengidentifikasi rute dan tujuan yang paling sering dikunjungi di seluruh wilayah untuk membuat gambaran perjalanan yang lebih akurat untuk suatu wilayah. Dengan demikian, INRIX dapat menghitung waktu yang terbuang dengan membandingkan kecepatan berkendara saat jam sibuk dan jam lengang, terutama di koridor paling sibuk.

Peringkat (impact rank) suatu kota ditentukan berdasarkan keparahan kemacetan serta jumlah populasi di kota itu. Dalam laporan tahun 2021, INRIX menganalisis tingkat kemacetan di 1.000 lebih kota di 50 negara. Secara global, tingkat kemacetan pada 2021 meningkat dibanding 2020, meski masih di bawah level tahun 2019.