Utang Luar Negeri Indonesia Juni 2022 Masih dalam Tren Menurun

Selasa, 20 September 2022 19:53 WIB

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa posisi utang luar negeri Indonesia pada Juli 2022 adalah US$ 400,38 miliar. Nilai itu setara dengan Rp 5.964 triliun, dengan asumsi kurs Rp 14.895,7 per dolar AS. Angka itu menurun US$ 403,65 miliar atau sekitar Rp 6.012 triliun pada Juni 2022.

Dengan demikian, utang luar negeri Indonesia telah mengalami penurunan selama lima bulan berturut-turut, terhitung sejak Maret 2022. Penurunan juga terjadi secara tahunan, yakni sebesar 4,1 persen jika dibandingkan dengan posisi utang luar negeri Juli tahun lalu.

"Perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) maupun sektor swasta," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 15 September 2022.

Rasio utang luar negeri Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Juli lalu juga menurun menjadi 30,7 persen dari 31,8 persen di bulan sebelumnya. Bank Indonesia juga mencatat bahwa sebagian besar utang luar negeri bersifat jangka panjang, yakni sebanyak 86,8 persen dari keseluruhan utang.

Menurut Bank Indonesia, utang pemerintah disebabkan oleh pergeseran penempatan dana oleh investor asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik. Hal ini lantaran pasar keuangan global sedang dilanda ketidakpastian.

 

Namun Bank Indonesia mencatat bahwa pinjaman pemerintah mengalami kenaikan dibanding Juni lalu. Hal ini dalam rangka mendukung pembiayaan program dan proyek, baik untuk penanganan Covid-19, pembangunan infrastruktur maupun untuk pembangunan proyek dan program lainnya. Sehingga, utang jangka pendek pemerintah dan bank sentral mengalami kenaikan dari US$ 14,04 miliar di Juni 2022 menjadi US$ 14,52 miliar.

Hal yang sama juga terjadi pada utang swasta. Utang jangka panjang mengalami penurunan dari US$ 155,08 miliar di Juni 2022 menjadi US$ 153,23 miliar di bulan berikutnya. Namun utang jangka pendek naik dari US$ 52,63 miliar menjadi US$ 53,11 miliar pada periode yang sama.