Hompipah Itu Perlu
Edisi: 02/28 / Tanggal : 1999-03-22 / Halaman : 80 / Rubrik : PRK / Penulis : Pareanom, Yusi A. , Bintari, Nurur Rokhmah ,
GASING, egrang, bola rotan, dan aneka jenis alat permainan teronggok di ruangan. Aneka mainan yang sedang dipamerkan di Museum Nasional, Jakarta, itu tampak kesepian. Tak tampak anak-anak mengerumuninya. Pameran permainan tradisional Indonesia yang diselenggarakan selama satu bulan_25 Februari sampai dengan 25 Maret 1999_ini agaknya seperti menggambarkan "nasib" permainan anak-anak tradisional yang mulai kalah pamor dengan mainan-mainan modern.
Benarkah permainan tradisional tak lagi menarik hati anak-anak? Dr. Seto Mulyadi, psikolog yang akrab dengan dunia anak-anak, pernah meneliti hal ini sekitar dua tahun lalu. Ia meneliti seratus permainan tradisional yang pernah hidup di lima provinsi. Ternyata, dari jumlah tersebut, hanya 34 permainan yang masih dimainkan anak-anak, 29 permainan kadang-kadang dimainkan, sedangkan sisanya tak lagi disentuh. Salah satu penyebabnya adalah munculnya alternatif permainan dan hiburan…
Keywords: -
Artikel Majalah Text Lainnya
Bila si Ucok Pemalu
1994-03-12Dasar perangai anak memang muncul sejak dari sananya. penelitian terakhir mengundang para ahli percaya bahwa…
Meraba Pemicu Bunuh Diri
1994-04-30Selain jepang, ternyata amerika serikat punya rekor khas dalam tragedi bunuh diri. di samping kelainan…
Mati Enak di Rumah Musik
1994-03-19Ecstacy adalah gelombang psychedelique kedua setelah lsd. di inggris banyak remaja mati setelah menelannya. di…