Pengakuan Seorang Warok
Edisi: 32/17 / Tanggal : 1987-10-10 / Halaman : 30 / Rubrik : PRK / Penulis :
DI sebuah rumah di Desa Kauman Sumoroto, Ponorogo, seorang warok membukakan dunia gemblakan. Kasni, 64 tahun, warok itu, kini memimpin grup reog "Pujonggo Anom", juara satu festival reog se-Jawa Timur, Agustus lalu. Di ruang tamu berukuran 3 X 3 meter, didampingi Suparno, 24 tahun, salah seorang pacar terakhir sang jagoan, kata Kasni, "Menutup-nutupi itu bukan jiwa warok." Maka, meluncurlah pengakuannya:
Saya ingat betul, begitu habis disunat saya sudah berani main gemblakan. Umur saya waktu itu 15 tahun. Saya sedang belajar ilmu kanuragan. Bagi anak-anak muda di zaman itu,…
Keywords: -
Artikel Majalah Text Lainnya
Bila si Ucok Pemalu
1994-03-12Dasar perangai anak memang muncul sejak dari sananya. penelitian terakhir mengundang para ahli percaya bahwa…
Meraba Pemicu Bunuh Diri
1994-04-30Selain jepang, ternyata amerika serikat punya rekor khas dalam tragedi bunuh diri. di samping kelainan…
Mati Enak di Rumah Musik
1994-03-19Ecstacy adalah gelombang psychedelique kedua setelah lsd. di inggris banyak remaja mati setelah menelannya. di…