Tak Hanya Lari dan Bersepeda, Naik-Turun Tangga Dapat Cepat Bakar Kalori

oleh:

Faisal Javier

Rabu, 28 Juli 2021 20:47 WIB

Jumlah kalori yang terbakar seringkali dihubungkan dengan kegiatan menurunkan, menaikkan, atau mempertahankan berat badan. Mereka yang sedang dalam fase penurunan berat badan tentu akan melakukan defisit kalori agar tujuan mereka tercapai. 

Dilansir dari situs Shape-Able, kegiatan seperti naik-turun tangga serta menggali salju ternyata dapat membakar 150 kilokalori (kkal) atau setara 150 ribu kalori hanya dalam waktu 15 menit. Capaian itu setara dengan kegiatan berlari atau bersepeda, tetapi dua kegiatan itu pun tidak bisa dilakukan secara sembarangan untuk mencapai catatan serupa. Untuk berlari, setidaknya harus dilakukan sejauh 1 sampai 1,5 mil dengan syarat 1 mil per 10 menit. Sedangkan bersepeda perlu dilakukan sejauh 4 mil atau setara dengan 6,4 kilometer untuk 15 menit.

Kegiatan lain yang dapat menjadi alternatif untuk membakar kalori selain berlari ialah berjalan cepat. Sebuah penelitian yang dikutip Shape-Able menemukan bahwa seorang pria dengan berat 70 kilogram dapat membakar 581 kalori dengan berjalan kaki dengan kecepatan 4,5 mil/jam atau setara dengan 7,2 km/jam selama 60 menit. Jumlah itu setara dengan jumlah kalori yang dibakar oleh pria yang sama dengan berlari 5 mil/jam atau setara 8 km/jam dalam durasi waktu yang sama  Jika pria itu melakukan joging dalam durasi waktu yang sama, ia hanya dapat membakar 490 kalori.

 

Keuntungan terbesar dari berjalan kaki ialah risiko cedera yang lebih kecil dibanding saat berlari. Namun, berlari apabila dilakukan dalam intensitas tinggi selama 1 jam dapat membakar sekitar 1257 kalori, atau hampir 3 kali lipat dari berjalan dengan intensitas yang sama. Sedangkan apabila dilakukan dalam intensitas rendah, berlari selama 1 jam dapat membakar 563 kalori, masih lebih tinggi dari jumlah kalori yang dibakar dengan berjalan dalam intensitas tinggi.

 

Selama ini 3.500 kalori diestimasikan setara dengan 1 pon atau 0,5 kilogram. Jumlah itu mengacu pada temuan ilmuwan kedokteran Amerika Serikat Max Wishnofsky dalam tulisannya di The American Journal of Clinical Nutrition pada 1958, meski jumlah itu hanya estimasi perkiraan, karena jumlah yang pasti ialah di antara 3.436-3.752 kalori. 

Olahraga tentu bukan faktor tunggal dalam pembakaran kalori. Dilansir dari Medical News Today, ada beberapa faktor yang mempengaruhi seberapa banyak kalori seseorang terbakar dalam sehari. Antara lain:

  • Umur: semakin tua seseorang, semakin sedikit jumlah kalori yang dibakar per hari.
  • Jenis kelamin: pria membakar kalori lebih banyak dari wanita.
  • Intensitas kegiatan harian: orang dengan kegiatan yang membutuhkan banyak gerak tentu membakar kalori lebih banyak.
  • Komposisi tubuh: orang yang mempunyai lebih banyak otot membakar kalori lebih banyak daripada mereka yang mempunyai sedikit otot.
  • Ukuran tubuh: orang bertubuh besar membakar kalori lebih banyak dibanding orang bertubuh kecil, bahkan saat mereka beristirahat.
  • Thermogenesis: jumlah energi yang dibutuhkan untuk memproses makanan yang masuk. Protein dapat memicu pembakaran kalori lebih tinggi dibanding karbohidrat dan lemak.
  • Kehamilan: wanita hamil membakar kalori lebih banyak daripada mereka yang tidak hamil
  • Menyusui: wanita yang sedang dalam fase menyusui juga membakar kalori lebih banyak.