Cakupan Vaksinasi Covid-19 Indonesia: DKI Jakarta Tertinggi, Lampung Terendah

oleh:

Faisal Javier

Senin, 27 September 2021 18:15 WIB

Menurut laporan Kementerian Kesehatan dalam situs vaksin.kemkes.go.id, hingga 27 September 2021 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), Indonesia telah menyuntikkan 87,16 juta dosis pertama vaksin Covid-19 dan 48,92 juta dosis kedua. Dengan jumlah sasaran vaksinasi sebanyak 208,3 juta penduduk, maka cakupan dosis pertama hingga waktu tersebut adalah 42 persen, sedangkan cakupan dosis kedua mencapai 23,5 persen.

DKI Jakarta menempati peringkat pertama cakupan vaksinasi Covid-19 tertinggi. Cakupan dosis pertama vaksin di Jakarta telah mencapai 126,3 persen, sedangkan cakupan dosis kedua sebesar 93,41 persen. Bali menempati peringkat kedua dengan cakupan dosis pertama sebesar 97,25 persen, dan cakupan dosis kedua mencapai 75,89 persen.

Sedangkan provinsi dengan cakupan vaksin Covid-19 terendah adalah Lampung. Lampung baru menyuntikkan 1,3 juta dosis pertama atau 20,16 persen dari sasaran vaksinasi provinsi. Sedangkan pemberian dosis kedua vaksin baru mencapai 10,54 persen. Kabupaten Pesisir Barat jadi daerah dengan cakupan vaksin terendah di Lampung. Daerah itu baru menyuntik dosis pertama vaksin sebesar 10 persen dari target provinsi.

Peringkat kedua provinsi dengan cakupan vaksin Covid-19 terendah selanjutnya adalah Sumatera Barat. Pemberian dosis pertama vaksin di provinsi ini baru mencapai 21,43 persen dari sasaran vaksinasi provinsi. Sementara penyuntikan dosis kedua vaksin baru sekitar 11 persen. Daerah dengan cakupan vaksin terendah di Sumatera Barat adalah Kabupaten Agam. Pemberian dosis pertama vaksin di daerah itu baru 8,71 persen dari target provinsi.

Menkes Budi Gunawan Sadikin pada 30 Juni 2021 menargetkan 181,5 juta penduduk Indonesia atau 70 persen dari total penduduk telah mendapat vaksin Covid-19 di akhir tahun. 

“Insyaallah di akhir tahun 181,5 juta rakyat Indonesia sudah bisa divaksin setidaknya satu kali,” ujar Budi.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan, meski telah mendapat vaksin. 

“Kita harus ingat bahwa vaksin ini tidak membuat kita 100 persen kebal seperti Superman terhadap virus Covid-19," katanya. “Orang yang divaksin masih bisa terkena Covid-19, tetapi yang tadinya penyakitnya berat akan menjadi ringan. Vaksin ini membuat daya tahan tubuh kita lebih baik.”