Indeks Pemulihan Covid-19 Nikkei Asia: Indonesia Masih Peringkat 1 se-ASEAN

oleh:

Faisal Javier

Sabtu, 13 November 2021 17:43 WIB

Nikkei Asia telah merilis Indeks Pemulihan Covid-19 Oktober 2021 pada 5 November 2021. Dalam asesmen tersebut, Indonesia menempati peringkat 41 dari 121 negara, dengan torehan skor 56. 

Indonesia pun masih menempati posisi pertama di antara sejumlah negara ASEAN lain dalam indeks tersebut sejak bulan lalu. Pada bulan lalu, Indonesia menempati ranking global ke-54, dengan skor 54,5. 

Capaian Indonesia pada bulan Oktober pun menjadi yang terbaik sejak indeks itu pertama kali rilis pada akhir Juni 2021. Selain itu, dalam dua bulan terakhir pun torehan nilai dan ranking Indonesia terus menunjukkan tren positif. Posisi terendah Indonesia adalah 114 pada indeks bulan Juli, dengan skor 30,0.

 

Peringkat terbawah untuk wilayah ASEAN ditempati oleh Laos, yang juga menduduki peringkat buncit ranking global dengan skor 24. Sementara sejumlah negara ASEAN lain menunjukkan peningkatan peringkat dan nilai dari capaian di bulan September, seperti Kamboja, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Sementara Singapura—sebelumnya berada di peringkat dua negara ASEAN pada indeks bulan September—terlempar ke peringkat enam. Di ranking global, peringkat Singapura menurun dari posisi ke-70 menjadi posisi ke-100 dengan nilai 49.

Jumlah kasus baru yang masih tinggi menjadi salah satu indikator negatif dalam penilaian penanganan Covid-19 Singapura. Negara itu mencatatkan kasus baru lebih dari 3000 kasus per hari setelah sempat mencatatkan rekor 5000 kasus dalam sehari. Di sisi lain, jumlah penduduk Singapura yang telah menerima dosis penuh vaksin Covid-19 mencapai 85 persen populasi.

Di level Asia, Jepang sukses memimpin di ranking pertama. Setelah sempat mencatatkan jumlah kasus lebih dari 25 ribu kasus pada Agustus, negara itu berhasil menurunkan jumlah kasus baru hingga di bawah 300 kasus. 

Keberhasilan Jepang ditengarai tidak terlepas dari jumlah kasus Covid-19 yang tinggi beberapa waktu lalu di negara itu, sehingga memberi kekebalan bagi penduduk setempat. Sebagai perbandingan, Jepang telah mencatatkan total kasus Covid-19 sebanyak 1,72 juta kasus dengan kematian lebih dari 18 ribu jiwa, sedangkan Singapura mencatatkan total kasus lebih dari 200 ribu kasus dengan kematian di bawah 450 jiwa. 

Kekebalan yang dimiliki penduduk Jepang semakin bertambah dengan tingkat vaksinasi penuh yang telah mencapai 72 persen populasi Negara Matahari Terbit. Namun muncul peringatan bahwa kekebalan alamiah yang timbul dari infeksi Covid-19 dapat menurun pada musim dingin lantaran kekebalan alamiah tersebut mulai tergerus seiring waktu berjalan.

Indeks Pemulihan Covid-19 merupakan indikator yang dirilis Nikkei Asia dalam mengukur kecepatan pemulihan Covid-19 di 121 negara. Rentang skor yang digunakan adalah 0-90, dan penilaian terdiri dari tiga kategori penentu, meliputi penanganan kasus Covid-19, penyuntikan vaksin, dan tingkat mobilitas penduduk. Kategori-kategori tersebut masing-masing memiliki tiga subkategori dengan skor maksimal 10 untuk setiap sub-kategori. 

Semakin tinggi ranking suatu negara dalam indeks tersebut menandakan negara tersebut semakin siap untuk pulih dari Covid-19, dengan jumlah kasus Covid-19 yang rendah, tingkat vaksinasi tinggi dan merata, serta pembatasan sosial yang lebih longgar.