Survei Jakpat: Youtube Jadi Medsos Terpopuler di Indonesia pada Semester 1 2021 Meski Penggunaannya Menurun

oleh:

Faisal Javier

Selasa, 7 September 2021 20:05 WIB

Berdasarkan laporan platform survei Jakpat, Youtube merupakan media sosial (medsos) paling sering digunakan masyarakat Indonesia selama periode enam bulan pertama 2021. Sebanyak 82 persen responden mengaku mengakses Youtube, diikuti oleh Facebook dan Instagram yang sama-sama diakses oleh 77 persen responden.

Jakpat mencatat bahwa tiga media sosial tersebut masih bertahan di posisi yang sama sejak survei serupa pada semester 2 2020. Hanya saja terdapat tren penurunan persentase penggunaan. Pada periode enam bulan terakhir 2020, Youtube dan Facebook digunakan 85 persen responden, disusul Instagram 80 persen.

Tren penurunan juga terlihat pada penggunaan Twitter. Media sosial itu pada semester 2 2020 digunakan oleh 35 persen responden, namun di periode berikutnya menurun jadi 30 persen. Di sisi lain, media sosial asal Cina, Tiktok mengalami peningkatan drastis sebesar 16 persen dari periode lalu. Di periode lalu, media sosial ini digunakan 27 persen responden, tapi pada semester 1 2021 penggunanya meningkat jadi 43 persen. Alhasil Tiktok pun menggeser Twitter dari peringkat keempat.

Jakpat juga mengkategorikan sejumlah persepsi responden terhadap masing-masing media sosial. Sebanyak 56 persen responden menilai Youtube sebagai media sosial paling informatif. Sedangkan Instagram mendapat 51 persen dan Facebook 47 persen. 

Selain itu, Youtube juga mendapat predikat media sosial paling menghibur dari 56 persen responden. Sementara Instagram mendapat penilaian menghibur dari 44 persen responden, dan Facebook 37 persen.

Sebanyak 61 persen responden mengasosiasikan Facebook sebagai medium penyebaran hoax. Hal itu menyebabkan Facebook menjadi media sosial dengan predikat penyebar hoax tertinggi dibanding media sosial lainnya. Sebagai perbandingan, hanya 24 persen responden yang menilai Instagram sebagai ladang penyebaran hoax, dan 22 persen responden yang mengasosiasikan Youtube dengan hoax.