Afghanistan Jadi Negara Terbawah dalam Indeks Perdamaian Dunia

oleh:

Faisal Javier

Jumat, 20 Agustus 2021 21:03 WIB

Afghanistan menempati peringkat buncit pada Indeks Perdamaian Dunia atau Global Peace Index (GPI) 2021, yakni 163. Daftar GPI 2021, yang dirilis oleh Institute for Economic and Peace, mengukur tingkat perdamaian di setiap negara di tahun 2020.

Selain Afghanistan, ada sejumlah negara dari kawasan Timur Tengah dan Afrika yang menempati 5 besar terbawah peringkat GPI 2021. Yakni secara berurutan Yaman, Suriah, Sudan Selatan, dan Irak. Afghanistan telah menempati peringkat dasar GPI sebanyak 4 tahun berturut-turut. Kecuali Yaman, empat negara itu telah menjadi langganan 5 besar negara dengan tingkat perdamaian terendah GPI setidaknya sejak 2015. Khusus Afghanistan, negara yang saat ini telah dikuasai kelompok Taliban itu sejak 2010 telah masuk dalam 3 besar negara dengan tingkat perdamaian terendah.

Rentang nilai yang digunakan GPI berkisar dari 1 hingga 5. Semakin rendah skor suatu negara, semakin tinggi tingkat perdamaian di negara itu, begitu pula sebaliknya.

Pada tahun 2020, indeks perdamaian Afghanistan memperoleh skor 3,631 yang berarti tergolong sangat rendah. Namun Afghanistan mencatat peningkatan skor perdamaian dari tahun sebelumnya yang mendapat nilai 3,644. 

Peningkatan skor indeks perdamaian Afghanistan juga dibarengi penurunan jumlah kematian gabungan dari konflik internal dan dampak terorisme. Riset GPI juga mencatat penurunan tingkat angka pembunuhan di ini dalam beberapa tahun terakhir.

Sedangkan dampak ekonomi yang ditimbulkan dari kondisi itu menurut GPI 2021 mencapai 40,3 persen dari nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Afghanistan. Menurut data Bank Dunia, Afghanistan pada 2020 mencatatkan nilai PDB sebesar 19,807 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Hasil World Risk Poll 2019 yang disertakan dalam laporan GPI 2021 mencatat bahwa 77,7 persen warga Afghanistan merasa keselamatannya jauh dari kata aman dibanding lima tahun lalu. Kemudian 71,8 persen warga Afghanistan merasa kekerasan merupakan ancaman terbesar bagi keselamatan mereka. Afghanistan merupakan negara dengan dampak terorisme  terparah pada tahun 2018 dan 2019 berdasarkan laporan Global Terrorism Index (GTI) yang dirilis oleh lembaga yang sama.

Tingkat perdamaian yang diukur dalam GPI ialah perdamaian negatif, yang berarti absennya konflik di suatu negara. Berkebalikan dengan perdamaian positif, yang didefinisikan sebagai tingkah laku, lembaga, dan struktur yang membentuk kondisi damai yang berkelanjutan. Perdamaian positif meliputi perbaikan hubungan pihak-pihak berkonflik, pembentukan sistem sosial yang memenuhi kebutuhan warga, dan resolusi konflik yang konstruktif.

Ada tiga indikator perdamaian negatif yang diukur dalam GPI. Pertama, keterlibatan dan peran suatu negara dalam konflik domestik dan internasional yang berlangsung. Kedua, keamanan dan keselamatan masyarakat yang meliputi tingkat kriminal, kestabilan politik, kegiatan teroris, hubungan dengan negara tetangga, dan jumlah masyarakat yang terusir dari tempat tinggalnya atau menjadi pengungsi. Ketiga, tingkat militerisasi suatu negara dan aksesnya terhadap persenjataan dan perdamaian, baik secara domestik maupun internasional.